Soul

Jamaah Diminta Manfaatkan Aplikasi Kawal Haji untuk Sampaikan Aduan

Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jamaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jamaah calon haji Indonesia yang sudah berada di Medina maupun Mecca untuk memanfaatkan aplikasi Kawal Haji apabila memiliki keluhan selama berada di Tanah Suci.

Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa menegaskan bahwa aplikasi tersebut menjadi sarana penting dalam memastikan layanan haji berjalan lebih cepat dan transparan.

“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jamaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” ujar Suci Annisa di Jakarta, Rabu.

Aplikasi Kawal Haji sendiri berfungsi sebagai platform pelaporan berbagai layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga kesehatan serta laporan barang atau jamaah yang hilang.

Sistemnya berbasis crowdsourcing, sehingga setiap laporan dapat dipantau secara langsung oleh jamaah dan petugas tanpa proses penyaringan admin.

Kemenhaj juga mengingatkan jamaah agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah suhu panas di Madinah dan Makkah yang bisa mencapai 37–39 derajat Celsius.

“Kami mengingatkan jamaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujarnya.

Selain itu, Kemenhaj meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mematuhi aturan serta terus berkoordinasi dengan petugas resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan jamaah.

Suci juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Suci.

Sementara itu, hingga hari ke-16 operasional haji 1447 H/2026 M, tercatat 250 kloter dengan 97.139 jamaah dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia.

Sebanyak 239 kloter dengan 92.739 jamaah dan 952 petugas telah tiba di Medina, sementara 88 kloter dengan 34.244 jamaah telah bergerak ke Mecca untuk melaksanakan umrah wajib.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: